Tausiyah Isro’ Mi’roj oleh Ust. Yanto

Berita

Peringatan Isro’ Mi’roj di Darul Ma’arif Sintang tahun ini mengundang pentausiyah dari Desa Empaci Kab. Sintang, yaitu ustadz Yanto, S.Sos. Ustadz yang memiliki semangat luar biasa ini memiliki retorika ceramah yang sangat baik dan dibalut juga dengan canda sehingga para santri bisa mendengarkan dengan baik dan tidak mengantuk.

Ustadz Yanto menceritakan riwayat hidupnya, dimana ia adalah seorang muallaf yang dibesarkan di keluarga nasrani di desa Empaci, kecamatan Dedai, Sintang. Menurutnya, alhamdulillah keluarganya sudah banyak yang masuk Islam begitu juga dengan warga-warga di Empaci. Menurutnya ia bisa mengajak orang masuk Islam, karena ia sangat menghargai perbedaan, kita tidak boleh mengotak-ngotakkan orang lain karena suku, agama dan ras. Karena kita saudara satu kebangsaan, Indonesia.

Ustadz Yanto menyampaikan tausiyah tentang perjalanan nabi dari masjidil Harom ke masjidil Aqso, kemudian di lanjutkan ke sidrotul muntaha. Ada beberapa hal yang dipelajari dari peristiwa Isro’ Mi’roj ini, yang pertama bahwa kita harus menjalin hubungan baik secara horizontal, yaitu kepada manusia (hablum minan nas). Kita harus saling menghargai antar sesama manusia, tidak boleh saling menyakiti karena ada perbedaan, karena walaupun ada perbedaan tetapi pasti ada persamaan di antara kita, contohnya adalah karena kita sama-sama warga Indonesia. Selanjutnya yang dipelajari dari Isro’ Mi’roj adalah kita menjalin hubungan baik secara vertikal, yaitu kepada sang pencipta, Allah SWT. Ini dinamakan (hablum min Allah). Kita menaati semua apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT, senantiasa menjaga dari apa yang dilarang-Nya. Selanjutnya yang dipelajari dari peristiwa Isro’ Mi’roj adalah kita harus mencintai alam di sekitar kita, karena sebenarnya alam di sekitar kita itu selalu berstasbih kepada Allah SWT. Sehingga kita harus menjaga alam, tidak boleh merusak melainkan merawatnya agar alam turut mendo’akan kita. Kitapun tidak boleh menyakiti binatang yang juga dikategorikan sebagai bagian dari alam.

Pada acara peringatan Isro’ Mi’roj ini juga sekaligus memperingati hari jadi Mahbubul Amin, yaitu grup rebana Darul Ma’arif Sintang yang pertama kali. Grup ini dirintis oleh Ust. Amin Rifai. Semoga grup ini bisa menularkan semangatnya kepada santri lain dalam hal berdakwah lewat kesenian hadrah dan rebana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *