Zat-Zat Kimia Cinta

Struktur Dopamin
Struktur Dopamin

Struktur Dopamin 3D
Struktur Dopamin 3D

Saat seseorang jatuh cinta banyak sekali zat kimia yang berperan di dalam tubuhnya. Zat-zat itu tidak hanya mengalir di dalam tubuhnya, tetapi juga di otak sehingga mengaktifkan bagian-bagian tertentu dari otak untuk bekerja lebih optimal. Pada akhirnya, munculah sensasi atau tindakan nyata yang dilakukan dari manusia yang jatuh cinta tersebut. Apa sajakah zat-zat kimia yang berperan saat manusia jatuh cinta? Berikut beberapa zat kimia yang saya maksud.

Kortisol

Kortisol adalah hormon steroid yang diproduksi di dalam korteks kelenjar adrenal. Kortisol mempunyai peran mengatur tekanan darah, fungsi jantung, penggunaan lemak tubuh, protein, dan karbohidrat. Kortisol juga terlibat dalam metabolisme glukosa, pelepasan insulin, pemeliharaan gula darah, dan respons inflamasi. Tak hanya itu, kortisol juga membantu dalam menanggapi dan mengatasi eksterm stress, trauma, dan lingkungan. Karena fungsi yang disebutkan terakhir, kortisol sering disebut sebagai hormon stress.

Saat jatuh cinta, kortisol akan mengalami peningkatan (tetapi masih dalam tingkatan wajar). Itu sebabnya, ketika jatuh cinta, orang biasanya mempunyai tingkat stres yang tinggi; tingkat respon tubuh/kesigapan yang tinggi; tetapi mengesampingkan rasa sakit/menurunnya sensitifitas terhadap rasa sakit.

Sebaliknya, ketika seseorang sedang patah hati, kadar kortisol tubuh akan mengalami penurunan. Akibatnya, dia bias mengalami stress berkepanjangan. Efek lebih lanjut dari jumlah normal, bias menyebabkan penekanan fungsi tiroid; gangguan kognitif; tekanan darah meningkat; penurunan kepadatan tulang; dan ketidakseimbangan gula darah.

Dopamin

Dopamin adalah neurotransmitter (cairan kimia penyampai pesan sel saraf) yang disebut sebagai pemberi sensasi kesenangan/keindahan atau rasa nikmat. Hal ini karena dopamin biasanya keluar dan aktif saat tubuh dalam keadaan senang.

Saat jatuh cinta, kadar  dopamin tubuh akan meningkat dan aktif. Itu sebabnya, orang yang sedang jatuh cinta mengalami peningkatan kesenangan yang tinggi; memili motivasi yang tinggi; dan mengalami pengurunan tingkat kesedihan.

Kekurangan dopamin dapat mengakibatkan penyakit Parkinson. Bahkan, para ahli percaya bahwa penyakit kecanduan terhadap apa pun berkaitan dengan fungsi dopamin.

Oksitosin

Oksitosin merupakan hormon yang bertindak sebagai neurotransmitter di otak. Pada manusia, oksitosin biasanya dihasilkan saat manusia saling berkontak fisik terutama pada daerah-daerah sensitif. Selain itu juga pada wanita hormon ini juga dilepaskan setelah masa persalinan dan masa menyusui.

Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis yang ada di otak. Secara umum oksitosin memiliki fungsi dalam penendalian nafsu atau gairah seksual; sistem koordinasi; memfasilitasi kelahiran bayi; memberikan rasa percaya diri dan mengurangi rasa takut; mempengaruhi kemurahan hati dengan meningkatknan empati; pengontrolan toleransi terhadap obat adiktif meningkatkan perasaan cinta, empati, dan koneksi kepada orang lain dan masih banyak lagi.

Vasopresin

Hormon yang memiliki fungsi yang mirip Oksitosin ini juga akan meningkat saat sesoerang sedang jatuh cinta, sedang bergairah tinggi, merasa percaya diri, selain itu juga berfungsi untuk meningkatkan daya tarik fisik.

Serotonin

Serotonin merupakan neurotransmitter yang paling terkenal dari semua 100 neurotransmitter yang ditemuka para ahli. Serotonin dibuat dari asam amino triptofan. Fungsinya ternyata saling mengimbangi dengan neurotransmitter dopamin. Jadi, jika kadar serotonin naaik, kadar dopamin akan turun. Begitu juga sebaliknya. Hal yang sedikit berbeda aadalah fungsinya. Ya, di sini serotonin mempunyai fungsi lebih banyak daripada dopamin.

Secara umum fungsi-fungsi serotonin tersebut di antaranya mengatur tidur, meningkatkan suasana hati, mengatur nafsu makan, mengontrol kemarahan dan agresi, mengatur suhu tubuh, meningkatkan kondisi emosional dan juga gairah seksual.

Kadar serotonin yang rendah dapat memicu tubuh untuk depresi, cemas,  paranoid, skizofrenia, gangguan kecemasan sosial, gangguan obsesif-kompulsif, agresi, migrain, kecenderungan bulimia, kecanduan seksual, keinginin perjudian, kelebihan berat badan, perilaku antisosial, dan sebagainya.

Adrenalin

Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal. Fungsi utamanya dalah merangsang denyut jantung dan melebarkan saluran udara. Adrenalin secara alami diproduksi saat tubuh berada dalam situasi stres tinggi  atau saat fisik dalam kondisi menyenangkan. Misalnya saat jatuh cinta. Efek yang terjadi saat jatuh cinta adalah kadar adrenalin meningkat, yang menyebabkan seseorang akan termotivasi, penurunan rasa takut dan rasa senang yang tinggi.

Feniletilamin

Feniletilamin (Phenylethylamine = PEA) merupakan golongan alkaloid yang termasuk neurotransmitter. Zat kimia yang satu ini berperan besar dalam menciptakan perasaan positif. Tak hanya ditemukan secara alami di dalam tubuh, feniletilamin juga bisa ditemukan pada makanan. Misalnya pada cokelat.

Karena fungsi dari feniletilamin inilah, mungkin asal usul mengapa orang yang jatuh cinta sering memberi cokelat. selain untuk menenangkan perasaan dan membat berfikir poisitif, hal ini ternyata karena cokelat sejak lama dipercaya sebagai aprodisiak yang bisa meningkatkan gairah cinta. dan ini tentu karena cokelat memiliki kadar feniletilamin yang tinggi.

Selain beberapa zat-zat kimia di atas hormon testosteron (pada pria) dan esterogen (pada wanita) juga ikut bekerja.

Sumber: Pikiran Rakyat 12 April 2012


Tulisan Terkait

[related_posts]

Post Author: Agus Salim

Agus Salim. Pria biasa, lahir di Sintang 19 April 1990. Alumni Ponpes Darul Ma'arif 2008

1 thought on “Zat-Zat Kimia Cinta

    Admin

    (September 29, 2012 - 10:38 pm)

    Setiap aktivitas di tubuh kita merupakan bagian suatu reaksi kimia, termasuk saat kita jatuh cinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *